Kumpulan Jawaban dari Tn. S. N. Goenka

Selama perjalanannya dalam menyebarkan Dhamma yang dimulai pada tahun 1969, Goenkaji telah menerima ribuan pertanyaan dari para siswa Vipassana maupun orang lain di seluruh dunia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup spektrum yang menarik, mulai dari apa itu Dhamma, meditasi Vipassana, tujuan hidup, penderitaan manusia, Tuhan, dan kelahiran kembali, hingga masalah insomnia…. Pertanyaan dan jawaban tersebut telah dikelompokkan ke dalam berbagai kategori berdasarkan sifat pertanyaannya. Namun, perlu diingat bahwa jawaban yang paling sering disampaikan Goenkaji adalah: “Anda harus mengalami sendiri kebenaran itu. Hanya dengan demikianlah hal itu menjadi kebenaran bagi Anda. Jika tidak, itu hanyalah kebenaran milik orang lain.” Kepada para siswa Vipassana, Goenkaji senantiasa menekankan bahwa jawaban yang sesungguhnya hanya dapat diperoleh melalui praktik Vipassana yang berkelanjutan dan benar. Oleh karena itu, kumpulan tanya-jawab ini berfungsi sebagai panduan dan sumber inspirasi bagi para siswa Vipassana, serta sebagai dorongan bagi mereka yang bukan siswa untuk mengikuti kursus Vipassana dan merasakan langsung manfaatnya yang luar biasa. Dengan melepaskan ilusi semu dan melangkah menuju kebenaran, semoga kita terus berjalan selangkah demi selangkah, bergerak maju menuju tujuan yang sesungguhnya. 

Semoga semua makhluk berbahagia!

Kemarahan

1. Bagaimana cara seseorang terbebas dari kemarahan?

Melalui praktik Vipassana! Seorang praktisi Vipassana mengamati pernapasan atau sensasi tubuh yang muncul saat marah. Pengamatan ini dilakukan dengan sikap batin yang seimbang (equanimity), tanpa bereaksi. Kemarahan pun perlahan melemah dan akhirnya lenyap. Melalui praktik Vipassana yang berkelanjutan, pola kebiasaan pikiran untuk bereaksi dengan kemarahan akan berubah.

2. Saya tidak bisa menekan kemarahan saya, meskipun sudah berusaha.

Jangan menekannya. Amatilah. Semakin Anda menekannya, semakin dalam kemarahan itu meresap ke lapisan pikiran Anda. Kompleks-kompleks mental pun menjadi semakin kuat, sehingga sangat sulit untuk melepaskan diri darinya. Jangan ditekan, jangan pula diluapkan. Cukup amati saja.

Kecanduan

1. Bagaimana kita bisa menghindari kecanduan seperti merokok?

Ada begitu banyak jenis kecanduan. Ketika Anda mempraktikkan Vipassana, Anda akan memahami bahwa kecanduan Anda sebenarnya bukan pada zat tersebut. Seolah-olah Anda kecanduan rokok, alkohol, obat-obatan, atau pinang. Namun sebenarnya, Anda kecanduan pada sensasi tertentu di tubuh, aliran bio-kimia yang disebabkan oleh zat tersebut. Begitu pula ketika Anda kecanduan kemarahan, nafsu, dan sebagainya, semua ini juga berkaitan dengan sensasi tubuh. Kecanduan Anda sebenarnya adalah pada sensasi tersebut. Melalui Vipassana Anda keluar dari kecanduan itu, semua kecanduan. Ini begitu alami, begitu ilmiah. Cobalah saja, dan Anda akan merasakan cara kerjanya.

2. Mengapa minum hanya satu gelas anggur adalah pelanggaran sīla?

Satu gelas akan menjadi lebih banyak. Jadi mengapa tidak menghindarinya sejak awal? Begitu seseorang menjadi kecanduan, sangat sulit untuk keluar dari kecanduan itu. Mengapa tidak menghindari apa pun yang bersifat adiktif?

Jika seseorang yang telah keluar dari segala jenis zat memabukkan dan sedang berkembang dalam meditasi mengonsumsi bahkan sedikit alkohol, orang itu akan segera merasakan keresahan dan menjadi tidak bahagia. Mereka tidak bisa menerimanya. Kebodohan batin menyebabkan berkembangnya kekotoran, dan zat memabukkan sangat erat kaitannya dengan kebodohan batin. Zat-zat itu menenggelamkan seluruh pemahaman Anda. Keluarlah dari itu secepat mungkin.

3. Metode yang baru saja Anda jelaskan sangat praktis, tetapi dapatkah semua orang mendapat manfaat darinya – bahkan mereka yang menderita kecanduan berat, seperti pada narkoba atau alkohol?

Ketika kita berbicara tentang kecanduan, ini bukan hanya tentang alkohol atau narkoba, tetapi juga kecanduan pada kekotoran batin seperti nafsu, kemarahan, ketakutan, dan keakuan. Pada tingkat intelektual Anda memahami dengan baik: “Kemarahan tidak baik bagi saya, ini berbahaya, sangat merugikan.” Namun Anda tetap kecanduan pada kemarahan, terus membangkitkan kemarahan karena Anda belum bekerja pada kedalaman pola pikiran Anda. Kemarahan dimulai karena adanya bahan kimia tertentu yang mulai mengalir di tubuh Anda, dan dengan interaksi antara batin dan materi—yang satu memengaruhi yang lain—kemarahan terus berlipat ganda.

Dengan mempraktikkan Vipassana, Anda mulai mengamati sensasi yang timbul karena bahan kimia tertentu tersebut. Anda tidak bereaksi terhadapnya. Itu berarti Anda tidak membangkitkan kemarahan pada saat itu. Satu momen ini berubah menjadi beberapa momen, yang berubah menjadi beberapa detik, yang berubah menjadi beberapa menit, dan Anda mendapati bahwa Anda tidak lagi mudah terpengaruh oleh aliran ini seperti sebelumnya. Anda perlahan mulai keluar dari kemarahan Anda.

Orang-orang yang telah mengikuti kursus ini pulang ke rumah dan menerapkan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari mereka melalui meditasi pagi dan malam, dan dengan terus mengamati diri mereka sepanjang hari—bagaimana mereka bereaksi atau bagaimana mereka mempertahankan keseimbangan batin dalam berbagai situasi.

Hal pertama yang akan mereka coba lakukan adalah mengamati sensasi. Karena situasi tertentu, mungkin sebagian dari batin telah mulai bereaksi, tetapi dengan mengamati sensasi tersebut, batin mereka menjadi seimbang. Kemudian apa pun tindakan yang mereka ambil adalah tindakan; bukan reaksi. Tindakan selalu positif. Hanya ketika kita bereaksilah kita membangkitkan kenegatifan dan menjadi menderita. Beberapa saat mengamati sensasi membuat batin seimbang, dan kemudian ia dapat bertindak. Hidup pun menjadi penuh tindakan, bukan reaksi.

Kecemasan

1. Saya selalu diliputi kecemasan. Bisakah Vipassana membantu saya?

Tentu saja. Inilah tujuan Vipassana – membebaskan Anda dari segala penderitaan. Kecemasan dan kekhawatiran adalah penderitaan terbesar, dan itu ada karena kekotoran tertentu yang mendalam di dalam diri Anda. Dengan praktik Vipassana, kekotoran ini akan muncul ke permukaan dan perlahan lenyap. Tentu saja, ini membutuhkan waktu. Tidak ada sihir, tidak ada keajaiban, tidak ada kultus guru yang terlibat. Seseorang hanya akan menunjukkan Jalan yang benar. Anda harus berjalan di Jalan itu, mengupayakan pembebasan Anda sendiri dari segala penderitaan.

Atma (Jiwa)

1. Apa itu ‘atma’, ‘jiwa’?

Praktikkan Vipassana, dan Anda akan menemukan kenyataan tentang apa yang sedang terjadi di dalam diri Anda. Apa yang Anda sebut jiwa, atma, akan Anda sadari, hanyalah batin yang bereaksi, bagian tertentu dari batin. Namun Anda tetap berada dalam ilusi bahwa “ini adalah ‘aku'”. Melalui praktik Vipassana, Anda akan menyadari bahwa ‘aku’ ini tidaklah permanen. Ia selalu berubah, selalu fana. Ia tidak lain hanyalah kumpulan partikel sub-atomik, yang selalu dalam keadaan berubah dan mengalir. Hanya dengan mengalami hal ini secara langsung, ilusi ‘aku’ akan lenyap, dan kemudian ilusi ‘jiwa’ pun lenyap. Tanpa ilusi, tanpa delusi, semua penderitaan lenyap. Namun ini harus dialami sendiri. Ini tidak terjadi hanya dengan menerima keyakinan filosofis.

Kemelekatan

1. Anda berbicara tentang tidak melekat pada benda-benda. Bagaimana dengan orang lain?

Ya, orang lain juga. Anda dapat memiliki cinta sejati untuk seseorang, cinta yang penuh belas kasih, ini sama sekali berbeda. Namun ketika Anda memiliki kemelekatan, maka Anda sebenarnya tidak memiliki cinta, Anda hanya mencintai diri sendiri, karena Anda mengharapkan sesuatu—material, emosional, dan sebagainya—dari orang tersebut. Kepada siapa pun Anda memiliki kemelekatan, Anda mengharapkan sesuatu sebagai balasan. Ketika Anda benar-benar mulai mencintai orang ini, maka Anda hanya memberi, lalu lintas satu arah. Anda tidak mengharapkan apa pun sebagai balasan, maka kemelekatan pun hilang. Ketegangan pun hilang. Anda menjadi begitu bahagia.

2. Bagaimana dunia bisa berfungsi tanpa kemelekatan? Jika orang tua tidak melekat, mereka bahkan tidak akan peduli pada anak-anak mereka. Bagaimana mungkin mencintai atau terlibat dalam kehidupan tanpa kemelekatan?

Ketidakmelekatan bukan berarti ketidakpedulian; ini disebut dengan tepat sebagai “ketidakpedulian suci”. Sebagai orang tua, Anda harus memenuhi tanggung jawab Anda untuk merawat anak Anda dengan segenap cinta, tetapi tanpa kemelekatan. Dengan cinta yang murni dan tanpa pamrih, Anda menjalankan kewajiban Anda. Misalkan Anda merawat orang yang sakit, dan meskipun Anda telah merawatnya, ia tidak sembuh. Anda tidak lantas menangis; itu tidak berguna. Dengan batin yang seimbang, Anda mencoba mencari cara lain untuk membantunya. Inilah ketidakpedulian suci: bukan kepasifan atau reaksi, melainkan tindakan positif yang nyata dengan batin yang seimbang.

3. Bagaimana Anda bisa bergairah tentang kehidupan namun tetap tidak melekat pada saat yang sama?

Bapak S. N. Goenka: Datanglah ke Vipassana dan Anda akan tahu caranya! Sekarang ini terlihat begitu sulit karena Anda belum tahu cara menyeimbangkan batin pada tingkat yang paling dalam. Anda mencoba memaksakan keseimbangan ini hanya pada tingkat permukaan. Itu sendiri sudah sulit. Dan bahkan jika Anda telah membuat batin Anda seimbang di permukaan, ketidakseimbangan tetap ada di kedalamannya. Anda tidak bisa keluar dari situ. Vipassana ada untuk tujuan ini, agar Anda bisa bekerja pada tingkat akar dan menjadi benar-benar bahagia.

4. Bukankah melakukan tindakan yang benar juga merupakan jenis kemelekatan?

Tidak. Ini hanyalah melakukan yang terbaik, dengan memahami bahwa hasilnya berada di luar kendali Anda. Anda melakukan tugas Anda dan menyerahkan hasilnya pada alam, pada Dhamma.

…maka itu berarti bersedia untuk membuat kesalahan?

Jika Anda membuat kesalahan, Anda menerimanya, dan berusaha untuk tidak mengulanginya di lain waktu. Anda mungkin gagal lagi; Anda tersenyum lagi dan mencoba cara lain. Jika Anda bisa tersenyum menghadapi kegagalan, Anda tidak melekat. Jika kegagalan membuat Anda tertekan dan keberhasilan membuat Anda sangat gembira, Anda pasti melekat.

Baiklah. Jadi tindakan yang benar hanyalah tindakan yang Anda ambil, bukan…

Hanya tindakannya, bukan hasilnya. Hasilnya akan secara otomatis baik, Dhamma yang melakukan itu. Kita tidak memiliki kekuasaan untuk memilih hasil, hasil bukan berada dalam kendali kita. Kendali kita adalah menjalankan kewajiban kita. Itu saja: Anda telah menjalankan kewajiban Anda.

Semakin jelas. Terima kasih.

5. Apa yang salah dengan menginginkan hal-hal material untuk membuat hidup lebih nyaman?

Jika itu adalah kebutuhan yang nyata, tidak ada yang salah, asalkan Anda tidak menjadi melekat padanya. Misalnya, Anda haus, Anda butuh air—jadi Anda berusaha, mendapatkannya, dan melepaskan dahaga Anda. Namun jika ini menjadi obsesi, itu sama sekali tidak membantu; itu merugikan Anda. Apa pun kebutuhan yang Anda perlukan, berusahalah untuk mendapatkannya. Jika Anda gagal mendapatkan sesuatu, tersenyumlah dan coba lagi dengan cara yang berbeda. Jika Anda berhasil, nikmatilah apa yang Anda dapatkan, tetapi tanpa kemelekatan.

Buddha

1. Apakah menurut Anda U Ba Khin mengajarkan persis seperti apa yang diajarkan Buddha? Apakah beliau mengadaptasi ajaran Buddha untuk zaman modern? Jika ya, bagaimana dan apa yang beliau ubah dari ajaran aslinya?

Tidak ada perubahan dalam ajarannya, tetapi U Ba Khin tentu membuat cara penyampaian ajaran Buddha lebih sesuai dengan orang-orang yang datang kepadanya. Kepada orang-orang Barat yang berbahasa Inggris dan bukan Buddhis, yang lebih berpikiran ilmiah, beliau akan menyampaikan ajaran dengan cara yang lebih ilmiah. Jadi penjelasannya dibuat lebih mudah diterima oleh mereka yang datang untuk belajar, tetapi ajaran praktis yang sebenarnya tetap sama.

2. Mengapa ajaran Anda disebut “dalam tradisi Sayagyi U Ba Khin”? Apakah beliau memulai sebuah tradisi Buddhisme?

Beliau selalu merujuk pada tradisi Buddha, tradisi yang diteruskan ke Myanmar dan berlanjut melalui tiga generasi guru yang telah kita bicarakan: Ledi Sayadaw, muridnya Saya Thetgyi, dan akhirnya U Ba Khin. Kita menggunakan istilah “dalam tradisi U Ba Khin” karena beliau adalah guru terakhir dan sangat dikenal di negaranya, tetapi ini tidak berarti bahwa teknik ini diciptakan olehnya. Ini adalah teknik kuno yang beliau ajarkan dengan cara modern.

3. Bisakah Anda menjelaskan konsep Buddha bahwa seluruh alam semesta terkandung di dalam tubuh ini?

Memang, di dalam tubuh ini berputar roda penjelmaan. Di dalam tubuh ini terdapat penyebab yang menggerakkan roda penjelmaan. Dan karena itu, di dalam tubuh ini juga terdapat jalan untuk mencapai kebebasan dari roda penderitaan. Untuk alasan ini, penyelidikan terhadap tubuh—pemahaman yang benar tentang kenyataan fisik langsung di dalamnya—sangatlah penting bagi seorang meditator yang tujuannya adalah pembebasan dari segala pengkondisian.

4. Apakah ini bagian dari agama Buddha? Bisakah orang-orang dari agama lain mempraktikkannya, atau apakah ini mengganggu praktik keagamaan lainnya? Mengapa orang Kristen, misalnya, ingin melakukan ini?

Satu hal harus jelas—ini sama sekali bukan agama Buddha. Namun pada saat yang sama ini pasti ajaran Buddha. Seseorang harus memahami bahwa Buddha berarti orang yang tercerahkan, orang yang terbebaskan. Orang yang tercerahkan dan terbebaskan tidak akan pernah mengajarkan sebuah agama, mereka akan mengajarkan seni hidup yang bersifat universal. Mereka tidak akan pernah mendirikan sekte atau agama. Jadi tidak ada yang namanya “agama Buddha”; ini adalah seni hidup. Jadi siapa pun yang termasuk dalam komunitas, sekte, atau kelompok agama apa pun dapat dengan mudah mempraktikkannya karena ini adalah sebuah seni.

Kedamaian batin dicari oleh semua orang; kemurnian batin dicari oleh semua orang. Kristus adalah orang yang luar biasa yang mengajarkan bukan hanya kedamaian dan keharmonisan tetapi juga kemurnian batin, cinta, dan belas kasih. Jadi mereka yang mengikuti ajaran Kristus tentu ingin mengembangkan kualitas baik ini yaitu kemurnian, cinta, belas kasih. Ketika mereka datang ke kursus, mereka tidak merasa sedang datang ke agama asing. Beberapa kali para pendeta dan biarawati senior telah memberi tahu saya bahwa kami mengajarkan Kekristenan atas nama Buddha.

5. Apakah Buddha perlu bermeditasi bahkan setelah mencapai pencerahan?

Ya, itu perlu. Bahkan ketika seseorang menjadi Buddha, ini tidak berarti hukum alam akan berbeda bagi orang ini. Hukum alam tubuh ini adalah bahwa ia melapuk, mati. Tubuh membutuhkan kekuatan, dan ketika seorang Buddha memasuki keadaan meditatif nibbāna dan keluar darinya, ia mendapati bahwa seluruh tubuhnya menjadi lebih sehat. Ini membantu, ia dapat melayani lebih banyak lagi.

Ada begitu banyak pekerjaan bagi tubuh seseorang yang bekerja dua puluh empat jam, kecuali selama dua atau dua setengah jam ketika beliau berbaring. Diperlukan sedikit istirahat. Batin damai, tetapi untuk mengistirahatkan tubuh, batin harus pergi ke kedalaman dan mencapai tahap nibbanik. Ketika seseorang keluar dari pengalaman nibbanik, ia menjadi segar secara fisik.

6. Anda terus merujuk pada Buddha. Apakah Anda mengajarkan agama Buddha?

Saya tidak berkaitan dengan ‘isme-isme’. Saya mengajarkan Dhamma, dan itulah yang diajarkan Buddha. Beliau tidak pernah mengajarkan ‘isme’ apa pun, atau doktrin sektarian apa pun. Beliau mengajarkan sesuatu yang dapat memberi manfaat bagi orang dari semua latar belakang, semua agama. Beliau mengajarkan cara untuk menjalani kehidupan yang penuh manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Beliau tidak sekadar memberikan khotbah kosong yang mengatakan, “Wahai umat manusia, kalian harus hidup seperti ini, kalian harus hidup seperti itu.” Buddha mengajarkan Dhamma praktis, cara nyata untuk menjalani kehidupan yang bermanfaat. Dan Vipassana adalah cara praktis untuk menjalani kehidupan dengan kebahagiaan sejati.

7. Semua teknik meditasi Buddhis sudah dikenal dalam yoga. Apa yang baru dalam meditasi yang diajarkan Buddha?

Apa yang disebut yoga saat ini sebenarnya adalah perkembangan yang lebih belakangan. Patanjali hidup sekitar 500 tahun setelah masa Buddha, dan tentu saja Yoga Sutra-nya menunjukkan pengaruh ajaran Buddha. Tentu saja, praktik-praktik yoga sudah dikenal di India bahkan sebelum masa Buddha, dan beliau sendiri bereksperimen dengan praktik-praktik itu sebelum mencapai pencerahan. Namun, semua praktik ini terbatas pada sīla (moralitas) dan samādhi (konsentrasi batin), konsentrasi hingga tingkat delapan jhāna, delapan tahap penyerapan, yang masih berada dalam ranah pengalaman indrawi. Buddha menemukan jhāna kesembilan, dan itulah Vipassana, pengembangan pemahaman yang akan membawa meditator menuju tujuan akhir melampaui penderitaan dari pengalaman indrawi.

Sebab dan Akibat

1. Bisakah Anda menjelaskan secara praktis apa yang terjadi di dalam tubuh dan batin, bagaimana hukum sebab dan akibat ini bekerja, dan bagaimana perubahan ini dapat membantu kita?

Buddha berkata bahwa memahami Dhamma tidak lain adalah memahami hukum sebab dan akibat. Anda harus menyadari kebenaran ini di dalam diri Anda sendiri. Dalam kursus sepuluh hari, Anda memiliki kesempatan untuk belajar bagaimana melakukan ini. Penyelidikan kebenaran yang berkaitan dengan materi, berkaitan dengan batin, dan berkaitan dengan faktor-faktor mental, isi mental, bukan sekadar demi rasa ingin tahu, tetapi untuk mengubah pola kebiasaan mental Anda pada tingkat batin yang paling dalam. Seiring Anda terus melangkah, Anda akan menyadari bagaimana batin memengaruhi materi, dan bagaimana materi memengaruhi batin.

Untuk jawaban yang lebih rinci: ‘Hukum Sebab dan Akibat’

2. Bukankah ada kejadian kebetulan, peristiwa acak tanpa sebab?

Tidak ada yang terjadi tanpa sebab. Itu tidak mungkin. Terkadang indra dan akal kita yang terbatas tidak dapat menemukannya dengan jelas, tetapi itu tidak berarti tidak ada sebabnya.

3. Apakah semua hal dalam kehidupan ini sudah ditentukan sebelumnya?

Yah, tentu saja tindakan kita di masa lalu akan memberikan hasil, baik atau buruk. Itu akan menentukan jenis kehidupan yang kita miliki, situasi umum yang kita hadapi. Tetapi itu tidak berarti bahwa apa pun yang terjadi pada kita telah ditakdirkan sebelumnya, ditentukan oleh tindakan masa lalu kita, dan tidak ada hal lain yang bisa terjadi. Itu bukanlah keadaannya. Tindakan masa lalu kita memengaruhi arah kehidupan kita, mengarahkannya menuju pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Namun tindakan masa kini sama pentingnya. Alam telah memberi kita kemampuan untuk menjadi penguasa atas tindakan kita saat ini. Dengan penguasaan itu, kita dapat mengubah masa depan kita.

Chakra

1. Apa pengaruh Vipassana terhadap cakra?

Cakra tidak lain adalah pusat-pusat saraf pada tulang belakang. Vipassana membawa Anda ke tahap di mana Anda dapat merasakan aktivitas di setiap atom kecil tubuh Anda. Cakra hanyalah bagian dari itu. Aktivitas ini dapat dialami di seluruh tubuh.

Keruwetan Batin

1. Bagaimana keluar dari kompleks rendah diri / kompleks superioritas?

Inilah yang dilakukan Vipassana. Setiap kompleks adalah kekotoran batin. Ketika kekotoran itu muncul ke permukaan, Anda mengamatinya pada tingkat sensasi tubuh. Ia lenyap. Ia muncul lagi. Anda amati lagi. Ia lenyap lagi. Dengan cara ini, kompleks-kompleks ini melemah dan akhirnya tidak muncul lagi. Amati saja. Menekan atau mengekspresikan sama-sama merugikan. Vipassana membantu seseorang keluar dari semua kompleks.

Konsentrasi

1. Apa perbedaan antara Vipassana dan konsentrasi?

Vipassana bukan sekadar konsentrasi. Vipassana adalah pengamatan kebenaran di dalam diri, dari saat ke saat. Anda mengembangkan kemampuan kesadaran Anda, kewaspadaan Anda. Segala sesuatu terus berubah, tetapi Anda tetap sadar—inilah Vipassana. Namun jika Anda hanya berkonsentrasi pada satu objek, yang mungkin merupakan objek imajiner, maka tidak ada yang berubah. Ketika Anda berada bersama imajinasi ini, dan batin Anda tetap terkonsentrasi padanya, Anda tidak sedang mengamati kebenaran. Ketika Anda mengamati kebenaran, ia pasti berubah. Ia terus berubah secara konstan, namun Anda tetap menyadarinya. Inilah Vipassana.

2. Mengapa Anda memberi begitu banyak perhatian pada pengamatan napas yang normal?

Karena Buddha menginginkan Anda melakukannya. Beliau sangat jelas bahwa seseorang harus mengamati napas sebagaimana adanya—yathabhuta. Jika panjang, Anda sadar, “ini panjang”; jika pendek, Anda sadar, “ini pendek”. Yathabhuta. Jika Anda membuat napas Anda tidak alami, dibuat-buat, Anda akan memberi lebih banyak perhatian untuk mengubah napas sesuai keinginan Anda. Perhatian Anda tidak akan berada pada kenyataan sebagaimana adanya, tetapi pada sesuatu yang telah Anda ciptakan.

Oleh karena itu, kami menekankan bahwa napas harus selalu alami—sebagaimana ia masuk secara alami, sebagaimana ia keluar secara alami. Jika panjang, cukup sadari bahwa itu panjang. Jangan mencoba membuatnya pendek. Jika pendek, cukup sadari bahwa itu pendek. Jangan mencoba membuatnya panjang. Jika napas melalui lubang hidung kanan, amati bahwa napas itu melalui lubang hidung kanan. Jika melalui lubang hidung kiri, amati melalui lubang hidung kiri. Ketika melewati kedua lubang hidung, amati aliran melalui keduanya.

Dengan begitu Anda bekerja sesuai dengan petunjuk Sang Tercerahkan. Jangan mencoba mengganggu aliran napas yang alami. Dan jika Anda mendapati bahwa batin terlalu banyak mengembara dan Anda tidak dapat merasakan napas alami, maka Anda boleh mengambil beberapa—hanya beberapa—tarikan napas yang disengaja, sedikit lebih keras, agar Anda dapat membawa kembali batin Anda pada pengamatan napas. Anda harus tetap ingat bahwa tujuan Anda adalah merasakan napas alami. Betapa pun lembutnya, betapa pun halusnya, Anda harus mampu merasakannya. Itulah tujuannya.

Pengkondisian

1. Anda berbicara tentang pengkondisian batin. Tetapi bukankah pelatihan ini juga merupakan sejenis pengkondisian batin, meski bersifat positif?

Justru sebaliknya, Vipassana adalah proses de-kondisioning (menghilangkan pengkondisian). Alih-alih memaksakan sesuatu pada batin, ini secara otomatis menghilangkan sifat-sifat yang tidak baik sehingga hanya sifat-sifat positif dan bermanfaat yang tersisa. Dengan menghilangkan kenegatifan, ini mengungkap kepositifan yang merupakan sifat dasar dari batin yang murni.

Nafsu Keinginan

1. Bolehkah memiliki nafsu untuk mencapai pencerahan?

Itu salah. Anda tidak akan pernah mencapai pencerahan jika Anda memiliki nafsu untuk pencerahan. Pencerahan hanya terjadi begitu saja. Jika Anda bernafsu, Anda sedang berlari ke arah yang berlawanan. Seseorang tidak bisa bernafsu akan hasil tertentu. Hasil datang secara alami. Jika Anda mulai bernafsu, “Saya harus mencapai nibbāna, saya harus mencapai nibbāna”, Anda sedang berlari ke arah yang berlawanan dari nibbāna. Nibbāna adalah keadaan yang bebas dari nafsu, dan Anda ingin mencapai keadaan itu dengan nafsu—tidak mungkin.

2. Apakah keinginan yang kuat sama dengan nafsu?

Ada perbedaan. Apakah itu kerinduan atau bukan, akan dinilai dari apa pun yang Anda inginkan. Jika Anda tidak mendapatkannya, dan Anda merasa tertekan, maka itu adalah nafsu. Jika Anda tidak mendapatkannya, dan Anda hanya tersenyum, maka itu hanyalah keinginan. Itu tidak berubah menjadi nafsu. Setiap kali ada nafsu dan kemelekatan dan Anda tidak mendapatkan sesuatu, Anda pasti akan menjadi menderita. Jika Anda menjadi menderita, maka ada nafsu. Jika tidak, tidak ada nafsu.

3. Bukankah ada nafsu dan kebencian yang bermanfaat—misalnya, membenci ketidakadilan, menginginkan kebebasan, takut akan bahaya fisik?

Nafsu dan kebencian tidak pernah bisa bermanfaat. Keduanya akan selalu membuat Anda tegang dan tidak bahagia. Jika Anda bertindak dengan nafsu dan kebencian dalam batin, Anda mungkin memiliki tujuan yang berharga, tetapi Anda menggunakan cara yang tidak sehat untuk mencapainya. Tentu saja, Anda harus bertindak untuk melindungi diri Anda dari bahaya. Jika Anda melakukannya karena dikuasai ketakutan, Anda mungkin mengembangkan kompleks ketakutan yang akan merugikan Anda dalam jangka panjang. Atau, jika dengan kebencian dalam batin Anda berhasil melawan ketidakadilan, maka kebencian itu menjadi kompleks mental yang merugikan. Anda harus melawan ketidakadilan, Anda harus melindungi diri Anda dari bahaya, tetapi Anda dapat melakukannya dengan batin yang seimbang, tanpa ketegangan. Dan dengan cara yang seimbang, Anda dapat berupaya mencapai sesuatu yang baik, karena cinta kepada orang lain. Keseimbangan batin selalu membantu, dan akan memberikan hasil terbaik.

4. Apa yang salah dengan menginginkan hal-hal material untuk membuat hidup lebih nyaman?

Jika itu adalah kebutuhan yang nyata, tidak ada yang salah, asalkan Anda tidak menjadi melekat padanya. Apa pun kebutuhan yang Anda perlukan, berusahalah untuk mendapatkannya. Jika Anda gagal mendapatkan sesuatu, tersenyumlah dan coba lagi dengan cara yang berbeda. Jika Anda berhasil, nikmatilah apa yang Anda dapatkan, tetapi tanpa kemelekatan.

5. Bagaimana dengan merencanakan masa depan? Apakah Anda menyebutnya nafsu?

Sekali lagi, kriterianya adalah apakah Anda melekat pada rencana Anda. Setiap orang harus mempersiapkan masa depan. Jika rencana Anda tidak berhasil dan Anda mulai menangis, maka Anda tahu bahwa Anda melekat padanya. Tetapi jika Anda tidak berhasil dan tetap bisa tersenyum, berpikir, “Yah, saya sudah melakukan yang terbaik. Jadi apa jika saya gagal? Saya akan coba lagi!”—maka Anda bekerja dengan cara yang tidak melekat, dan Anda tetap bahagia.

Dhamma

1. Apa itu Dhamma?

Apa yang terkandung dalam batin seseorang, pada saat ini, itulah Dhamma. Dhamma adalah segala sesuatu yang ada.

2. Apa relevansi Dhamma bagi orang di jalanan, yang perutnya kosong?

Sejumlah besar orang yang tinggal di daerah kumuh datang ke kursus Vipassana dan merasakan manfaat yang besar. Perut mereka kosong, tetapi batin mereka juga sangat gelisah. Dengan Vipassana, mereka belajar cara tetap tenang dan seimbang. Kemudian mereka dapat menghadapi masalah mereka. Terlihat bahwa kehidupan mereka membaik. Mereka keluar dari kecanduan alkohol, judi, dan sebagainya. Dhamma bermanfaat bagi semua orang, kaya atau miskin.

3. Bagaimana seseorang yang benar-benar Dhammik dapat menghadapi dunia yang adhammik ini?

Jangan mencoba mengubah dunia yang adhammik. Cobalah mengubah adhamma dalam diri Anda sendiri—cara Anda bereaksi dan membuat diri Anda sendiri menderita. Misalnya, ketika seseorang menghina Anda, pahamilah bahwa orang ini sedang menderita. Itu adalah masalah orang tersebut. Mengapa menjadikannya masalah Anda? Mengapa mulai membangkitkan kemarahan dan membuat diri Anda menderita? Melakukan itu berarti Anda bukan penguasa diri sendiri, Anda adalah budak orang itu; kapan pun orang itu mau, ia bisa membuat Anda menderita. Jadilah penguasa diri sendiri. Maka Anda dapat menjalani kehidupan Dhammik, meskipun ada semua situasi adhammik di sekeliling Anda.

4. Bagaimana Anda menyamakan agama dan Dhamma?

Jika agama diartikan dalam pengertian sektarian, seperti agama Hindu atau agama Islam atau agama Buddha dan sebagainya, maka itu sepenuhnya bertentangan dengan Dhamma. Namun jika agama diartikan sebagai hukum alam, hukum alam yang universal, maka itu sama dengan Dhamma.

5. Apakah Anda percaya Dhamma dapat membimbing Anda?

Ya. Tentu saja, Dhamma mulai membimbing Anda. Seiring batin semakin dimurnikan, paññā Anda, kebijaksanaan pengalaman Anda sendiri akan semakin kuat. Ketika masalah apa pun muncul di dunia, dalam hidup Anda, Anda cukup masuk sedikit lebih dalam dan Anda mendapatkan jawabannya sendiri. Jadi ini menjadi pembimbing Anda. Anda tidak perlu bergantung pada orang lain. Anda bergantung pada diri Anda sendiri, dan bergantung pada Dhamma.

6. Apakah ada kekuatan-kekuatan Dhamma yang mendukung kita saat kita berkembang di Jalan?

Tentu saja—baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Misalnya, orang cenderung bergaul dengan mereka yang memiliki minat, latar belakang, dan karakter yang serupa. Ketika kita mengembangkan kualitas baik dalam diri kita, kita secara alami menarik orang-orang yang memiliki kualitas baik yang serupa. Ketika kita bertemu dengan orang-orang baik seperti itu, secara alami kita mendapatkan dukungan dari mereka.

Jika kita mengembangkan cinta, welas asih, dan niat baik, kita akan selaras dengan semua makhluk, yang terlihat maupun tidak terlihat, yang memiliki getaran positif ini, dan kita akan mulai mendapatkan dukungan dari mereka. Ini seperti menyetel radio untuk menerima gelombang dari pemancar tertentu yang jauh. Begitu pula, kita menyelaraskan diri kita dengan getaran dari jenis yang kita hasilkan; dan dengan begitu kita menerima manfaat dari getaran tersebut. Namun semua ini terjadi hanya jika kita bekerja keras dan dengan benar.

Kematian

1. Bagaimana Vipassana dapat digunakan pada saat kematian?

Pada saat kematian—kematian orang lain—maka Anda cukup duduk dan memberikan mettā. Dan ketika kematian Anda sendiri datang, amati itu, pada tingkat sensasi. Setiap orang harus mengamati kematiannya sendiri: datang, datang, datang, pergi, pergi, pergi, telah pergi! Berbahagialah!

Pengamatan Tanpa Usaha

1. Anda mengatakan kita harus mempraktikkan “pengamatan tanpa usaha,” namun kemudian Anda memberi tahu kami bahwa kami harus mengendalikan batin kami. Bisakah Anda jelaskan?

“‘Pengamatan tanpa usaha’ berarti Anda tidak boleh berusaha menciptakan sensasi yang Anda sukai, atau menyingkirkan sensasi apa pun yang tidak Anda sukai. Ini tanpa usaha karena segala sesuatu sedang terjadi dan Anda tidak berusaha mengubahnya. Anda bukan penguasa atas sensasi tersebut, hukum alamlah yang sedang bekerja.

“Amati saja, jangan lakukan apa-apa. Namun usaha tetap harus dilakukan untuk mengamati. Jika Anda tidak berusaha mengamati sensasi, batin akan mengembara ke sana kemari dan Anda akan berpikir, ‘Oh, ini tanpa usaha’, tetapi apa yang akan Anda dapatkan dari itu? Jadi usaha untuk tetap sadar dan penuh perhatian adalah bagian yang sangat penting dari meditasi, tetapi usaha untuk menciptakan jenis sensasi tertentu adalah keliru.”

Ego

1. Anda berbicara tentang ego ‘aku’ hanya dalam istilah negatif. Bukankah ia memiliki sisi positif? Bukankah ada pengalaman ‘aku’ yang memenuhi seseorang dengan kegembiraan, kedamaian, dan kebahagiaan?

Melalui praktik Vipassana Anda akan mendapati bahwa semua kesenangan indrawi seperti itu bersifat tidak kekal; mereka datang dan pergi. Jika ‘aku’ ini benar-benar menikmatinya, jika mereka adalah kesenangan ‘milikku’, maka ‘aku’ pastilah memiliki kendali atas mereka. Namun mereka hanya muncul dan lenyap tanpa kendali saya. Di mana ‘aku’ itu sebenarnya?

Saya tidak berbicara tentang kesenangan indrawi, tetapi tentang tingkat yang sangat dalam.

Pada tingkat itu, ‘aku’ sama sekali tidak penting. Ketika Anda mencapai tingkat itu, ego pun lenyap. Yang ada hanyalah kegembiraan. Pertanyaan tentang ‘aku’ tidak lagi muncul.

Baiklah, alih-alih ‘aku’, mari kita sebut sebagai pengalaman seseorang.

Perasaan hanya merasa; tidak ada seorang pun yang merasakannya. Segala sesuatu hanya sedang terjadi, itu saja. Sekarang tampaknya bagi Anda pasti ada ‘aku’ yang merasakan, tetapi setelah mulai mempraktikkan Vipassana, Anda akan mencapai tahap di mana ego pun lenyap. Maka pertanyaan Anda akan hilang!

Untuk tujuan percakapan sehari-hari, ya, kita tidak bisa lepas dari penggunaan kata-kata seperti ‘aku’ atau ‘milikku’ dan sebagainya. Namun melekat pada kata-kata itu, menganggapnya nyata dalam pengertian mutlak hanya akan membawa penderitaan.

2. Saya merasa bahwa saya sangat egois dan cepat merendahkan orang lain. Apa cara terbaik untuk keluar dari masalah ini?

Keluarlah dari itu dengan bermeditasi. Jika ego kuat, seseorang akan mencoba merendahkan orang lain, mengecilkan kepentingan mereka dan meningkatkan kepentingannya sendiri. Namun meditasi secara alami melarutkan ego. Ketika ego melarut, Anda tidak lagi bisa menyakiti orang lain. Bermeditasilah dan masalahnya akan terselesaikan dengan sendirinya.

3. Mengapa saya terus memperkuat ego ini? Mengapa saya terus berusaha menjadi “aku”?

Inilah yang dikondisikan untuk dilakukan oleh batin, karena kebodohan batin. Namun Vipassana dapat membebaskan Anda dari pengkondisian yang merugikan ini. Alih-alih selalu memikirkan diri sendiri, Anda bisa belajar untuk memikirkan orang lain.

Emosi

1. Bukankah kemarahan, keengganan, kesedihan, dan sebagainya adalah emosi manusia yang alami?

Anda menyebutnya emosi manusia yang ‘alami’, tetapi batin secara alaminya sangatlah murni. Ini adalah kesalahan yang sangat umum. Sifat batin yang murni dan sejati telah begitu hilang sehingga sifat batin yang tidak murni sering disebut ‘alami’! Batin alami yang sejati begitu murni, penuh welas asih dan niat baik.

2: Saya akan memberi Anda contoh. Misalkan seseorang yang dekat dengan saya meninggal. Adalah alami bagi saya untuk…

Anda mengatakan hal yang sama lagi! Ini adalah sifat yang keliru yang Anda terlibat di dalamnya. Jika seseorang meninggal, jangan menangis. Menangis tidak menyelesaikan masalah apa pun. Setiap saat Anda menangis, Anda sedang menanam benih tangisan. Alam tidak peduli mengapa Anda menangis, alam hanya melihat benih apa yang telah Anda tanam, dan benih tangisan hanya akan membawa lebih banyak tangisan.

3: Tetapi bagaimana dengan perasaan saya terhadap orang yang telah meninggal itu?

Anda juga sedang merugikan orang itu karena di mana pun kelahiran berikutnya orang ini terjadi, di mana pun orang ini berada, Anda mengirimkan getaran tangisan. Kasihan orang itu, begitu gelisah. Ia menerima getaran penderitaan. Sebagai gantinya, di akhir kursus Vipassana 10 hari, Anda diajarkan cara mengirimkan mettā, getaran cinta dan welas asih. Ia akan bahagia. Di mana pun Anda berada, getaran mettā Anda akan menyentuh orang ini. Dengan memberikan mettā, alih-alih menangis, Anda akan membantu orang ini.

Keseimbangan Batin

1. Apa yang Anda maksud dengan ‘seimbang’?

Ketika Anda tidak bereaksi, Anda seimbang.

2. Bisakah kita merasakan dan menikmati sesuatu sepenuhnya dan tetap seimbang?

Tentu saja. Hidup adalah untuk menikmati hal-hal yang bermanfaat. Namun bukan dengan kemelekatan pada apa pun. Anda tetap seimbang dan menikmati, sehingga ketika Anda kehilangannya Anda tersenyum: “Saya tahu ini akan hilang. Ia telah hilang. Jadi apa?” Barulah Anda benar-benar menikmati hidup. Jika tidak, Anda menjadi melekat, dan jika Anda kehilangannya, Anda terguling dalam penderitaan. Jadi jangan menderita. Dalam setiap situasi, berbahagialah.

3. Bukankah tidak wajar untuk tidak pernah bereaksi?

Tampaknya begitu jika Anda hanya pernah mengalami pola kebiasaan yang keliru dari batin yang tidak murni. Namun adalah wajar bagi batin yang murni untuk tetap sepenuhnya seimbang. Batin yang seimbang dan murni penuh dengan cinta, welas asih, ketidakmelekatan yang sehat, niat baik, dan kegembiraan. Keseimbangan batin adalah kemurnian. Belajarlah untuk mengalaminya.

4. Bagaimana kita bisa terlibat dalam kehidupan tanpa bereaksi?

Alih-alih bereaksi, Anda belajar untuk bertindak, bertindak dengan batin yang seimbang. Meditator Vipassana tidak menjadi pasif, seperti sayuran. Mereka belajar cara bertindak secara positif. Jika Anda dapat mengubah pola hidup Anda dari reaksi menjadi tindakan, maka Anda telah mencapai sesuatu yang sangat berharga. Dan Anda dapat mengubahnya dengan mempraktikkan Vipassana.

5. Bagaimana keseimbangan batin berkaitan dengan samādhi (konsentrasi batin)?

Samādhi bisa terjadi tanpa keseimbangan batin. Dengan dasar kerinduan, seseorang bisa menjadi sepenuhnya berkonsentrasi. Namun jenis samādhi seperti itu bukanlah samādhi yang benar. Itu berdasarkan kekotoran batin. Namun jika samādhi disertai keseimbangan batin, maka ia memberikan hasil yang luar biasa, karena batin murni dan terkonsentrasi, sehingga kuat dengan kemurnian. Ia tidak dapat melakukan apa pun yang akan merugikan Anda atau merugikan orang lain. Namun jika ia kuat dengan kekotoran, ia akan merugikan orang lain, ia akan merugikan Anda. Jadi keseimbangan batin bersama samādhi sangatlah membantu.

6. Jika seseorang sengaja membuat hidup kita menderita—bagaimana menghadapinya?

Pertama-tama, jangan mencoba mengubah orang lain. Cobalah mengubah diri Anda sendiri. Seseorang sedang mencoba membuat Anda menderita. Namun Anda menjadi menderita karena Anda bereaksi terhadap hal ini. Jika Anda belajar mengamati reaksi Anda, maka tidak seorang pun dapat membuat Anda menderita. Sebanyak apa pun penderitaan dari orang lain tidak dapat membuat Anda menderita jika Anda belajar untuk tetap seimbang di dalam diri. Vipassana akan membantu Anda. Begitu Anda bebas dari penderitaan di dalam diri, ini juga akan mulai memengaruhi orang lain. Orang yang sama yang merugikan Anda akan mulai berubah sedikit demi sedikit.

Pelarian dari Kenyataan

1. Bagaimana Vipassana berbeda dari pelarian dari kenyataan?

Vipassana adalah untuk menghadapi dunia. Tidak ada pelarian dari kenyataan yang diizinkan dalam Vipassana.

Makanan

1. Saya ingin tahu apakah saya boleh berpuasa?

Tidak, tidak. Puasa total tidak baik untuk teknik ini. Baik puasa total maupun makan berlebihan tidaklah baik. Ini adalah jalan tengah. Makanlah lebih sedikit—sesuai yang diperlukan tubuh—itu saja. Anda bisa berpuasa nanti demi kesehatan tubuh Anda—itu pertanyaan lain. Namun untuk meditasi, puasa tidaklah perlu.

2. Mengapa makanan vegetarian bermanfaat untuk meditasi?

Ketika Anda makan daging atau semacamnya, makhluk ini—hewan atau ikan atau apa pun—sepanjang hidupnya hanya menghasilkan kerinduan, keengganan, kerinduan, keengganan. Bagaimanapun, manusia dapat menemukan waktu untuk keluar dari kerinduan dan keengganan. Makhluk-makhluk ini tidak dapat keluar darinya. Jadi setiap serat tubuh mereka bergetar dengan kerinduan dan keengganan. Dan Anda sendiri ingin keluar dari kerinduan, keengganan, tetapi Anda malah memasukkan semua itu ke dalam diri Anda. Jadi getaran seperti apa yang akan Anda miliki? Itulah mengapa itu tidak baik.

3. Bisakah seorang non-vegetarian berhasil dalam Vipassana?

Ketika Anda datang ke kursus Vipassana, hanya makanan vegetarian yang disajikan. Namun kami tidak mengatakan bahwa jika Anda makan makanan non-vegetarian, Anda akan masuk neraka. Bukan seperti itu. Perlahan, Anda akan keluar dari kebiasaan makan daging, seperti ribuan siswa Vipassana lainnya. Anda akan secara alami mendapati bahwa Anda tidak lagi memerlukan makanan non-vegetarian. Kemajuan Anda dalam Vipassana pasti akan lebih baik jika Anda vegetarian.

Tuhan

1. Siapakah Tuhan?

Kebenaran adalah Tuhan. Sadarilah kebenaran dalam diri Anda, dan Anda akan menyadari Tuhan.

2. Apakah ada Tuhan yang menciptakan bumi?

Saya belum pernah melihat Tuhan seperti itu. Jika Anda pernah, Anda dipersilakan untuk percaya. Bagi saya, kebenaran adalah Tuhan, hukum alam adalah Tuhan, Dhamma adalah Tuhan, dan segala sesuatu berkembang karena Dhamma, karena hukum alam ini. Jika Anda memahami ini, dan hidup sesuai dengan hukum Dhamma, Anda akan menjalani kehidupan yang baik. Apakah Anda percaya pada Tuhan yang bersifat gaib atau tidak, itu tidak menjadi masalah.

3. Bukankah kita membutuhkan kekuatan Tuhan?

Kekuatan Tuhan adalah kekuatan Dhamma. Dhamma adalah Tuhan. Kebenaran adalah Tuhan. Ketika Anda bersama kebenaran, ketika Anda bersama Dhamma, Anda bersama Tuhan. Kembangkan kekuatan Tuhan dalam diri Anda, dengan memurnikan batin Anda.

4. Apakah Anda seorang ateis?

(Tertawa). Jika yang Anda maksud dengan ‘ateis’ adalah seseorang yang tidak percaya pada Tuhan, maka tidak, saya bukan. Bagi saya, Tuhan bukanlah sosok imajiner. Bagi saya, kebenaran adalah Tuhan. Kebenaran tertinggi adalah Tuhan yang tertinggi.

Kebahagiaan

1. Anda mengatakan Vipassana membuat seseorang benar-benar bahagia. Namun tetap bahagia dan damai bahkan ketika dihadapkan pada penderitaan orang lain—bukankah itu ketidakpekaan belaka?

Peka terhadap penderitaan orang lain tidak berarti Anda harus menjadi sedih sendiri. Sebaliknya, Anda harus tetap tenang dan seimbang, sehingga Anda dapat bertindak untuk meringankan penderitaan mereka. Jika Anda menjadi sedih, Anda menambah ketidakbahagiaan di sekitar Anda; Anda tidak membantu orang lain dan Anda tidak membantu diri Anda sendiri. Itulah mengapa guru saya, Sayagyi U Ba Khin, sering berkata bahwa batin yang seimbang diperlukan untuk menyeimbangkan batin orang lain yang tidak seimbang.

2. Bisakah kita mendapatkan kebahagiaan penuh dan transformasi penuh melalui Vipassana?

Ini adalah proses yang bertahap. Seiring Anda mulai berlatih, Anda akan mendapati bahwa Anda mengalami semakin banyak kebahagiaan, dan akhirnya Anda akan mencapai tahap kebahagiaan total. Anda menjadi semakin bertransformasi, dan Anda akan mencapai tahap transformasi total. Ini bersifat bertahap.

Kejujuran

1. Kehidupan profesional saya melibatkan ketidakjujuran. Saya tidak bisa mengambil pekerjaan lain karena itu akan menyebabkan ketidaknyamanan besar.

Praktikkan Vipassana, dan batin Anda akan menjadi kuat. Saat ini, Anda adalah budak dari batin Anda sendiri, dan batin Anda terus memaksa Anda melakukan hal-hal yang tidak Anda inginkan. Dengan praktik Vipassana, Anda akan mendapatkan kekuatan untuk keluar dari ini dengan mudah, dan kemudian Anda akan menemukan profesi lain, yang akan bermanfaat bagi Anda, dan yang bersifat baik.

Hipnotis

1. Apa perbedaan antara hipnotis dan meditasi?

Teknik meditasi sejati dari India kuno sepenuhnya menentang hipnotis. Beberapa teknik memang menggunakan hipnotis, tetapi ini sepenuhnya bertentangan dengan Dhamma. Dhamma membuat Anda mandiri. Hipnotis tidak akan pernah membuat Anda mandiri. Oleh karena itu, keduanya tidak sejalan.

Insomnia

1. Bagaimana mengatasi insomnia?

Vipassana membantu Anda. Ketika seorang siswa Vipassana tidak bisa tidur dengan nyenyak, jika ia berbaring dan mengamati napas atau sensasi, tidur nyenyak akan datang. Bahkan jika mereka tidak mendapatkan tidur nyenyak, keesokan harinya mereka akan bangun dengan perasaan sangat segar, seolah-olah mereka telah bangun dari tidur yang dalam. Praktikkan Vipassana bahkan saat berbaring. Cobalah, dan Anda akan mendapati bahwa itu sangat membantu.

2. Selama sepuluh hingga dua belas tahun terakhir, saya tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Vipassana akan menyelesaikan masalah ini, tergantung seberapa benar Anda berlatih. Jika Anda datang ke Vipassana dengan satu-satunya tujuan mendapatkan tidur nyenyak, lebih baik Anda tidak datang! Anda harus datang ke Vipassana untuk keluar dari kekotoran batin Anda. Ada gangguan besar karena ada begitu banyak kenegatifan dalam batin, begitu banyak kekhawatiran. Semua kekhawatiran, kenegatifan, dan kekotoran ini akan mulai dihilangkan oleh Vipassana, dan Anda akan mulai mendapatkan tidur yang sangat nyenyak.

Kamma

1. Bagaimana kita bisa menghindari kamma?

Jadilah penguasa batin Anda sendiri. Vipassana mengajarkan Anda cara menjadi penguasa diri sendiri. Jika tidak, karena pola kebiasaan negatif lama dari batin, Anda akan terus melakukan tindakan, kamma itu, yang tidak ingin Anda lakukan. Secara intelektual, Anda memahami, “saya seharusnya tidak melakukan tindakan-tindakan ini”. Namun, Anda tetap melakukannya, karena Anda tidak memiliki penguasaan atas batin Anda. Vipassana akan membantu Anda mencapai penguasaan atas batin ini.

2. Apakah menjadi kaya adalah kamma yang baik? Jika demikian, apakah itu berarti sebagian besar orang di Barat memiliki kamma yang baik, dan sebagian besar orang di Dunia Ketiga memiliki kamma yang buruk?

Kekayaan saja bukanlah kamma yang baik. Jika Anda menjadi kaya tetapi tetap menderita, apa gunanya kekayaan ini? Memiliki kekayaan sekaligus kebahagiaan, kebahagiaan sejati—itulah kamma yang baik. Yang paling penting adalah menjadi bahagia, entah Anda kaya atau tidak.

3. Jika semua sebab memiliki akibat tertentu, bagaimana kita memiliki kebebasan memilih untuk membebaskan diri kita dari kamma kita?

Karena adanya sebab. Sebab dari pemahaman Anda adalah sebab dari pemahaman Anda itu sendiri. Sebab pemahaman ini membantu Anda keluar dari reaksi menghasilkan sankhara baru (pengkondisian batin). Sebab kebodohan batin menghasilkan semakin banyak sankhara dan terus terguling di dalamnya. Sebab kebijaksanaan membantu untuk keluar darinya. Sebabnya ada di sana. Sepanjang waktu Anda menggunakan sebab kebodohan batin. Anda terus terguling dalam penderitaan. Sekarang dengan praktik Vipassana, Anda memanfaatkan sebab kebijaksanaan. Anda tidak membuat sankhara baru.

Kehidupan

1. Menurut Anda apa tujuan hidup?

Untuk keluar dari penderitaan. Manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk masuk ke dalam diri, mengamati kenyataan, dan keluar dari penderitaan. Tidak menggunakan kemampuan ini berarti menyia-nyiakan hidup seseorang. Gunakanlah untuk menjalani kehidupan yang benar-benar sehat dan bahagia!

2. Bagaimana mempraktikkan Vipassana dalam kehidupan sehari-hari?

Ikuti kursus Vipassana, dan Anda akan memahami cara menerapkan praktik ini dalam hidup Anda. Jika Anda hanya mengikuti kursus dan tidak menerapkannya dalam kehidupan, maka Vipassana akan menjadi sekadar ritus, ritual, atau upacara keagamaan. Itu tidak akan membantu Anda. Vipassana adalah untuk menjalani kehidupan yang baik, setiap hari, setiap saat.

3. Apa itu kehidupan setelah kematian?

Setiap saat seseorang sedang lahir, setiap saat seseorang sedang mati. Pahamilah proses kehidupan dan kematian ini. Ini akan membuat Anda sangat bahagia, dan Anda akan memahami apa yang terjadi setelah kematian.

4. Apa tujuan akhir kehidupan?

Kehidupan tertinggi, tujuan tertinggi, ada di sini dan sekarang. Jika Anda terus mencari sesuatu di masa depan, tetapi Anda tidak mendapatkan apa pun sekarang, ini adalah delusi. Jika Anda telah mulai mengalami kedamaian dan keharmonisan sekarang, maka kemungkinan besar Anda akan mencapai tujuan itu, yang tidak lain adalah kedamaian dan keharmonisan. Jadi alamilah itu sekarang, saat ini juga. Barulah Anda benar-benar berada di jalan yang benar.

Pembebasan

1. Apakah ada orang-orang yang telah terbebaskan yang hidup saat ini?

Ya. Vipassana adalah jalan bertahap menuju pembebasan. Sejauh mana Anda bebas dari kekotoran batin, sejauh itu pula Anda terbebaskan. Dan ada orang-orang yang telah mencapai tahap di mana mereka sepenuhnya bebas dari segala kekotoran batin.

2. Apakah meditasi satu-satunya cara untuk mencapai pembebasan?

Ya. Sekadar menerima sesuatu dengan keyakinan buta tidak akan membantu. Anda harus berusaha untuk pembebasan Anda sendiri. Anda harus menemukan di mana letak belenggu itu, dan kemudian Anda harus keluar dari belenggu tersebut. Inilah Vipassana. Vipassana memungkinkan seseorang untuk mengalami secara langsung penyebab sejati dari belenggu, penyebab sejati dari penderitaan, dan memungkinkan seseorang untuk secara bertahap terbebaskan dari segala penderitaan. Jadi pembebasan datang dari praktik Vipassana.

Loka (Alam Kehidupan)

1. Dalam ceramah-ceramah Anda, Anda berbicara tentang tiga puluh satu loka, tetapi ini sering terlihat sangat spekulatif. Bisakah ini dipahami pada tingkat sensasi?

Tentu saja. Seluruh teknik ini membawa Anda ke tahap di mana Anda akan mulai merasakan—beberapa siswa, sangat sedikit, telah mulai merasakan—”sekarang getaran seperti apa yang saya alami? Getaran seperti apa?” Dan sesuai dengan itu, mereka memahami—getaran dari loka tertentu ini, dari alam tertentu ini, adalah jenis ini. Dan nantinya, mereka juga bisa memahami secara lebih rinci. Namun tidak perlu bahwa seseorang harus terlebih dahulu menerima kenyataan tiga puluh satu alam ini untuk berkembang dalam Dhamma. Tidak perlu. Terimalah hanya ketika Anda mencapai tahap ketika Anda dapat langsung mengalami kenyataan yang sangat halus seperti itu.

Mantra

1. Bagaimana Vipassana berbeda dari teknik meditasi lain seperti penggunaan mantra? Bukankah teknik-teknik itu juga mengonsentrasikan batin?

Dengan bantuan mantra, visualisasi bentuk atau rupa apa pun, seseorang dapat dengan mudah mengonsentrasikan batinnya, tidak diragukan lagi. Namun dengan Vipassana, tujuannya adalah memurnikan batin. Dan mantra menghasilkan jenis getaran buatan tertentu. Setiap kata, setiap mantra akan menghasilkan getaran, dan jika seseorang terus bekerja dengan mantra ini selama berjam-jam, ia akan terjebak dalam getaran yang diciptakan itu. Sedangkan Vipassana ingin Anda mengamati getaran alami yang Anda miliki—dalam bentuk sensasi—getaran ketika Anda marah, atau ketika Anda dipenuhi nafsu, ketakutan, atau kebencian, sehingga Anda dapat keluar darinya.

Mettā Bhāvanā

1. Apa itu mettā?

Mettā atau Mettā Bhāvanā adalah teknik menghasilkan getaran niat baik dan welas asih yang pertama kali diajarkan kepada siswa Vipassana pada hari kesepuluh dari kursus Vipassana 10 hari. Kemudian, di akhir setiap kursus Vipassana, atau sesi duduk selama 1 jam, seorang meditator diminta untuk mempraktikkan mettā, untuk membagikan jasa kebajikan yang diperoleh kepada semua makhluk. Getaran mettā adalah getaran yang nyata yang kekuatan bermanfaatnya meningkat seiring meningkatnya kemurnian batin.

2. Apakah mettā menjadi lebih kuat seiring samādhi (konsentrasi) yang semakin kuat?

Ya. Tanpa samādhi, mettā sebenarnya bukanlah mettā. Ketika samādhi lemah, batin sangat gelisah, dan ia gelisah hanya ketika sedang menghasilkan kekotoran, semacam kerinduan atau keengganan. Dengan kekotoran-kekotoran ini, Anda tidak dapat mengharapkan untuk menghasilkan kualitas baik, getaran mettā, atau karuna (welas asih). Itu tidak mungkin.

Pada tingkat verbal, Anda mungkin terus mengatakan “Berbahagialah, berbahagialah”, tetapi itu tidak berhasil. Jika Anda memiliki samādhi, maka batin Anda tenang dan damai, setidaknya untuk sesaat. Tidak perlu semua kekotoran telah hilang; tetapi setidaknya pada saat Anda akan memberikan mettā, batin Anda tenang, damai, dan tidak menghasilkan kekotoran apa pun. Maka mettā apa pun yang Anda berikan akan kuat, bermanfaat, dan menghasilkan buah.

3. Apakah timbulnya mettā merupakan konsekuensi alami dari kemurnian batin, atau sesuatu yang harus dikembangkan secara aktif? Apakah ada tahapan bertahap dalam mettā?

Keduanya benar. Menurut hukum alam—hukum Dhamma—seiring batin dimurnikan, kualitas mettā berkembang secara alami. Di sisi lain, Anda harus berusaha mengembangkannya dengan mempraktikkan Mettā Bhāvanā. Hanya pada tahap kemurnian batin yang sangat tinggi mettā dihasilkan secara alami, dan tidak ada yang perlu dilakukan, tidak ada pelatihan yang perlu diberikan. Sampai seseorang mencapai tahap itu, ia harus berlatih.

Selain itu, orang yang tidak mempraktikkan Vipassana pun dapat mempraktikkan Mettā Bhāvanā. Di negara-negara seperti Myanmar, Sri Lanka, dan Thailand, Mettā Bhāvanā sangat umum dilakukan di setiap rumah tangga. Namun, praktiknya biasanya terbatas pada mengucapkan dalam batin “Semoga semua makhluk berbahagia, semoga damai”. Ini tentu memberikan sedikit ketenangan batin bagi orang yang mempraktikkannya. Sampai batas tertentu, getaran baik memasuki lingkungan sekitar, tetapi tidak kuat.

Namun, ketika Anda mempraktikkan Vipassana, pemurnian dimulai. Dengan dasar kemurnian ini, praktik Mettā Anda secara alami menjadi lebih kuat. Kemudian Anda tidak perlu lagi mengulangi harapan baik ini secara lisan. Akan tiba tahap di mana setiap serat tubuh terus merasakan welas asih bagi orang lain, menghasilkan niat baik bagi orang lain.

4. Bagaimana mettā membantu perkembangan mudita (kegembiraan simpatik) dan karuna (welas asih)?

Mudita dan karuna secara alami mengikuti seiring seseorang mengembangkan mettāMettā adalah cinta bagi semua makhluk. Mettā menghilangkan jejak keengganan, permusuhan, dan kebencian terhadap orang lain. Ia menghilangkan jejak kecemburuan dan iri hati terhadap orang lain.

5. Apakah mettā semacam energi? Apakah ia tidak terbatas? Apakah jumlah mettā bertambah dan berkurang seiring waktu?

Yah, setiap individu menghasilkan mettā. Jadi ia bertambah dan berkurang sesuai dengan kapasitas individu tersebut. Jika individu itu menjadi semakin murni, mettā-nya menjadi semakin kuat. Jika batin meditator sangat lemah atau penuh kekotoran, maka mettā-nya sangat lemah. Ia dihasilkan oleh meditator itu sendiri.

6: Apa itu welas asih sejati?

Ini adalah keinginan untuk melayani seseorang, membantunya keluar dari penderitaan. Namun itu harus tanpa kemelekatan. Jika Anda mulai menangis karena penderitaan orang lain, Anda tidak memiliki welas asih sejati terhadap orang itu, Anda hanya membuat diri Anda sendiri tidak bahagia. Ini bukan jalan Dhamma. Jika Anda memiliki welas asih sejati, maka dengan segenap cinta Anda mencoba membantu orang lain sebaik mungkin. Jika Anda gagal, Anda tersenyum dan mencoba cara lain untuk membantu. Anda melayani tanpa mengkhawatirkan hasil dari pelayanan Anda. Inilah welas asih sejati, yang berasal dari batin yang seimbang.

Mudita (Kegembiraan Simpatik)

1. Apa itu mudita?

Ketika Anda melihat orang lain berkembang, menjadi lebih bahagia, jika batin Anda tidak murni, Anda akan menghasilkan kecemburuan terhadap orang-orang ini. “Mengapa mereka mendapatkan ini, dan bukan saya? Saya orang yang lebih pantas. Mengapa mereka diberi posisi kekuasaan atau status seperti itu? Mengapa bukan saya? Mengapa mereka mendapatkan begitu banyak uang? Mengapa bukan saya?” Kecemburuan semacam ini adalah manifestasi dari batin yang tidak murni.

Seiring batin Anda menjadi murni oleh Vipassana dan mettā Anda menjadi lebih kuat, Anda akan merasa bahagia melihat orang lain bahagia. “Di sekeliling ada penderitaan. Lihat, setidaknya ada satu orang yang bahagia. Semoga ia berbahagia dan puas. Semoga ia maju dalam Dhamma, maju dalam cara duniawi.” Inilah mudita, kebahagiaan simpatik. Itu akan datang.

Pikiran

1. Apa itu batin? Di mana letaknya?

Batin ada di setiap atom tubuh Anda. Inilah yang akan Anda pahami dengan mempraktikkan Vipassana. Dengan itu, Anda akan melakukan kajian analitis terhadap batin Anda, kajian analitis terhadap materi Anda, dan interaksi antara keduanya.

2. Anda berbicara tentang mengeluarkan sifat-sifat buruk dari batin. Apa maksudnya itu?

Seperti Anda memiliki emosi dalam diri Anda—perasaan depresi dalam diri Anda—perasaan permusuhan terhadap orang lain. Semua itu adalah sifat-sifat buruk. Mereka membuat Anda tidak bahagia. Dengan sifat-sifat ini, Anda merugikan diri sendiri dan Anda merugikan orang lain. Sedikit demi sedikit Anda harus mengeluarkannya. Dan Anda akan menikmati kedamaian batin yang luar biasa.

3. Apa hubungan antara batin dan otak?

Otak sendiri hanyalah organ fisik. Sama seperti Anda memperlakukan bagian tubuh lainnya, Anda memperlakukan otak dengan cara yang sama, itu saja. Tidak ada yang khusus dengan otak. Namun batin sama sekali berbeda. Di Barat, semua kepentingan diberikan pada otak seolah-olah batin terletak di sana. Tidak seperti itu, batin ada di mana-mana. Batin ada di seluruh tubuh. Jadi berikan perhatian pada seluruh tubuh.

4. Jika Anda memurnikan tubuh, apakah Anda memurnikan batin?

Tidak. Meskipun Anda memurnikan tubuh, batin mungkin tetap kotor dan akan mengotori tubuh kembali. Jadi akarnya adalah batin, bukan tubuh. Tubuh hanyalah dasar. Dengan bantuan tubuh, batin bekerja, tetapi batinlah yang harus dimurnikan. Anda terus mencuci tubuh Anda sebanyak yang Anda bisa, tetapi batin tidak tercuci. Batin tetap kotor. Batin harus murni. Namun jika Anda memurnikan batin, tubuh pun ikut murni. Ini memiliki efek. Tujuan Vipassana adalah memurnikan batin.

5. Anda mengatakan kita bermeditasi (selama Anapana) untuk mempertajam batin. Bagaimana batin dipertajam?

Jika Anda berada bersama kenyataan dan tidak bereaksi terhadapnya, secara alami batin menjadi tajam. Batin menjadi tumpul ketika ia bereaksi. Semakin banyak reaksi membuat batin semakin kasar. Ketika Anda tidak bereaksi, kenyataan alaminya menjadi sangat tajam, sangat peka.

Moralitas

1. Mengapa Anda memberi begitu banyak perhatian pada moralitas dan menjaga lima sila dalam kursus Vipassana?

Saya telah melihat dari sejumlah siswa bahwa orang-orang yang tidak mementingkan sīla, atau moralitas, tidak dapat mencapai kemajuan apa pun di jalan ini. Sīla adalah fondasi Dhamma. Ketika fondasinya lemah, seluruh strukturnya akan runtuh. Selama bertahun-tahun orang-orang seperti ini mungkin datang ke kursus dan memiliki pengalaman meditasi yang luar biasa, tetapi dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak ada perubahan. Mereka tetap gelisah dan menderita karena mereka hanya bermain-main dengan Vipassana, seperti banyak permainan lain yang telah mereka mainkan. Orang-orang seperti ini adalah pecundang sejati. Mereka yang benar-benar ingin menggunakan Dhamma untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik harus mempraktikkan sīla dengan sangat hati-hati.

2. Kita harus menjalani kehidupan yang bermoral, tetapi moralitas sedang memburuk di seluruh dunia.

Justru semakin penting bahwa Dhamma harus muncul pada saat seperti ini, ketika moralitas sedang memburuk! Waktu ketika ada kegelapan di mana-mana adalah waktu ketika fajar harus terbit, matahari harus bersinar.

3. Apakah bertentangan dengan moralitas untuk membunuh musuh jika Anda adalah anggota angkatan bersenjata?

Ya. Namun pada saat yang sama, tentara diperlukan untuk perlindungan negara, untuk perlindungan warga sipil. Tentara tidak boleh digunakan hanya untuk membunuh orang lain. Ia harus digunakan untuk menunjukkan kekuatan negara, sehingga musuh bahkan tidak dapat berpikir untuk bersikap agresif dan merugikan orang. Oleh karena itu, tentara diperlukan. Namun bukan untuk membunuh, hanya untuk menunjukkan kekuatan. Jika seseorang merugikan negara, hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan peringatan. Jika tidak, jika menjadi perlu, tindakan harus diambil. Namun sekali lagi, para prajurit harus dilatih untuk tidak memiliki kemarahan, tidak memiliki permusuhan. Jika tidak, batin mereka akan menjadi tidak seimbang, semua keputusan mereka akan salah. Dengan batin yang seimbang, kita dapat mengambil keputusan yang baik, keputusan yang benar, yang akan sangat membantu bagi kita dan bagi orang lain.

Rasa Sakit

1. Bagaimana batin bisa tetap seimbang ketika kita sedang kesakitan?

Setiap kali sesuatu terjadi di dunia luar yang tidak kita sukai, ada sensasi yang tidak menyenangkan di dalam tubuh. Seorang meditator Vipassana memusatkan seluruh perhatiannya pada sensasi ini tanpa bereaksi, hanya mengamatinya secara sangat objektif. Ini sangat sulit pada awalnya, tetapi perlahan menjadi lebih mudah untuk mengamati sensasi kasar yang tidak menyenangkan—yang kita sebut rasa sakit—dengan batin yang seimbang dan tenang. Menyenangkan, tidak menyenangkan, tidak ada bedanya. Setiap sensasi muncul hanya untuk lenyap. Mengapa bereaksi terhadap sesuatu yang begitu fana.

Kedamaian

1. Mengapa kita tidak hidup dalam keadaan damai?

Karena kebijaksanaan yang diperoleh dari pengalaman langsung tidak ada. Kehidupan tanpa kebijaksanaan dari pengalaman langsung sendiri adalah kehidupan ilusi, yang merupakan keadaan kegelisahan, penderitaan. Tanggung jawab pertama kita adalah menjalani kehidupan yang sehat dan harmonis, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi semua orang lain. Untuk melakukan itu, kita harus belajar menggunakan kemampuan pengamatan diri, pengamatan kebenaran kita.

2. Apa gunanya mencari kedamaian di dalam diri ketika tidak ada kedamaian di dunia?

Dunia akan damai hanya ketika orang-orang di dunia damai dan bahagia. Perubahan harus dimulai dari setiap individu. Jika hutan telah layu dan Anda ingin memulihkannya kembali menjadi hidup, Anda harus menyirami setiap pohon di hutan itu. Jika Anda menginginkan perdamaian dunia, Anda harus belajar bagaimana menjadi damai dalam diri Anda sendiri. Hanya dengan begitu Anda bisa membawa kedamaian ke dunia.

3. Penderitaan, perang, dan konflik sama tuanya dengan sejarah. Apakah Anda benar-benar percaya pada dunia yang damai?

Yah, bahkan jika hanya beberapa orang yang keluar dari penderitaan, itu sudah baik. Ketika ada kegelapan di mana-mana dan satu lampu mulai memberikan cahaya, itu baik. Dan seperti ini, jika satu lampu menjadi sepuluh lampu, atau dua puluh lampu, kegelapan akan mulai tersingkirkan di sana-sini. Tidak ada jaminan bahwa seluruh dunia akan menjadi damai, tetapi sebanyak apa pun kedamaian yang bisa Anda ciptakan dalam diri Anda sendiri, sebanyak itu pula Anda membantu kedamaian dunia.

Kursus di Penjara

1. Bagaimana dengan penjahat kelas berat, bisakah mereka mempraktikkan Vipassana?

Tentu saja. Vipassana adalah untuk memurnikan batin; tekniknya adalah membuat orang keluar dari ketegangan dan penderitaan mereka. Mereka yang telah melakukan kejahatan serius seperti pembunuhan, pemerkosaan, atau pembakaran adalah orang-orang yang sangat menderita; batin mereka penuh dengan ketegangan. Dan sekarang kursus Vipassana sedang diadakan di banyak penjara di India. Bahkan, Penjara Tihar di Delhi menjadi salah satu Dhamma Tihar terbesar [pusat permanen pertama untuk praktik Vipassana di dalam penjara].

Kelahiran Ulang

1. Apakah Anda percaya pada kelahiran kembali?

Percaya atau tidaknya saya tidak akan membantu Anda. Praktikkan Vipassana, dan Anda akan mencapai tahap di mana Anda dapat melihat masa lalu Anda, dan Anda dapat melihat masa depan Anda. Barulah percaya. Jangan percaya sesuatu hanya karena guru Anda mengatakannya. Jika tidak, Anda akan berada dalam cengkeraman seorang guru, yang bertentangan dengan Dhamma.

Pelayanan Tanpa Pamrih

1. Bagaimana seseorang menemukan keseimbangan antara pelayanan tanpa pamrih dan merawat diri sendiri?

(Tertawa) Jika seseorang tidak bisa merawat dirinya sendiri, pelayanan apa yang akan ia berikan? Rawat dirimu sendiri terlebih dahulu, baru kemudian mulai memberikan pelayanan tanpa pamrih.

Seksualitas

1. Bagaimana dengan seks dalam kerangka Vipassana?

Bagi siswa Vipassana yang baru, kami tidak mengatakan bahwa Anda harus menekan hasrat atau memaksakan selibat. Itu tidak sehat. Itu menciptakan lebih banyak kesulitan, lebih banyak ketegangan, lebih banyak simpul batin. Itulah mengapa saran bagi siswa Vipassana adalah menjalin hubungan dengan satu pasangan, satu pria-satu wanita, dan seks yang berdisiplin. Dan jika keduanya adalah meditator Vipassana, akan tiba waktunya mereka secara alami keluar dari kebutuhan akan seks. Seks tidak lagi diperlukan. Secara alami, mereka merasa puas, begitu bahagia, hubungan fisik tidak lagi memiliki arti. Namun itu harus terjadi secara alami, bukan dipaksakan. Jadi ketika seseorang mulai mempraktikkan Vipassana, tidak perlu ia harus selibat. Namun pada saat yang sama, harus ada hubungan hanya dengan satu orang; jika tidak, kegilaan ini akan terus berlanjut. Maka nafsu akan terus berlipat ganda, seseorang tidak dapat keluar darinya.

2. Apa itu seks yang berdisiplin?

Seks yang berdisiplin adalah ketika Anda tidak menjadi gila akan seks, ketika seseorang bukan pecandu seks. Jika seseorang terus berpindah dari satu hubungan seksual ke hubungan lain, ia tidak berdisiplin. Jika Anda bersama satu orang, maka secara alami hubungan seksual menjadi berkurang. Jika Anda memiliki hubungan seksual dengan banyak orang, maka itu berlipat ganda. Hukum alam memang seperti itu. Ketika Anda menuangkan bensin ke api, api itu akan berlipat ganda.

3. Apa perbedaan antara perilaku seksual yang benar dan yang salah? Apakah ini soal niat?

Tidak. Seks memiliki tempat yang layak dalam kehidupan seorang kepala rumah tangga. Ini tidak boleh ditekan secara paksa, karena selibat yang dipaksakan menghasilkan ketegangan yang menciptakan lebih banyak masalah, lebih banyak kesulitan. Namun, jika Anda memberikan kebebasan penuh pada dorongan seksual, dan mengizinkan diri Anda memiliki hubungan seksual dengan siapa pun setiap kali nafsu muncul, maka Anda tidak akan pernah bisa membebaskan batin Anda dari nafsu. Menghindari kedua ekstrem yang sama-sama berbahaya ini, Dhamma menawarkan jalan tengah, ekspresi seksualitas yang sehat yang tetap memungkinkan perkembangan spiritual, yaitu hubungan seksual antara dua orang yang berkomitmen satu sama lain. Dan jika pasangan Anda juga seorang meditator Vipassana, setiap kali nafsu muncul, Anda berdua mengamatinya pada tingkat sensasi tubuh sebagaimana yang dilatih Vipassana kepada Anda. Ini bukanlah penekanan maupun kebebasan penuh. Dengan mengamati, Anda dapat dengan mudah membebaskan diri dari nafsu. Kadang-kadang pasangan akan tetap berhubungan seksual, tetapi secara bertahap mereka berkembang menuju tahap di mana seks tidak lagi memiliki arti sama sekali. Ini adalah tahap selibat yang sejati dan alami, ketika bahkan tidak ada pikiran nafsu yang muncul dalam batin. Selibat ini memberikan kegembiraan yang jauh lebih besar daripada kepuasan seksual apa pun. Seseorang selalu merasa begitu puas, begitu harmonis. Seseorang harus belajar mengalami kebahagiaan sejati ini.

4. Di Barat, banyak yang berpikir bahwa hubungan seksual antara dua orang dewasa yang setuju diperbolehkan.

Pandangan itu jauh dari Dhamma. Seseorang yang berhubungan seks dengan satu orang, kemudian orang lain, dan kemudian orang lain lagi, sedang melipatgandakan nafsunya, penderitaannya. Anda harus berkomitmen pada satu orang atau menjalani hidup selibat.

Masyarakat

1. Bagaimana Vipassana menyelesaikan masalah-masalah masyarakat?

Masyarakat, bagaimanapun juga, tidak lain adalah sekumpulan individu. Untuk menyelesaikan masalah masyarakat, masalah individu harus diselesaikan terlebih dahulu. Kita menginginkan kedamaian di dunia, namun kita tidak melakukan apa pun untuk kedamaian individu. Bagaimana ini mungkin? Vipassana memungkinkan individu untuk mengalami kedamaian dan keharmonisan. Vipassana membantu menyelesaikan masalah individu. Beginilah cara masyarakat mulai mengalami kedamaian dan keharmonisan. Beginilah cara masalah-masalah masyarakat mulai terselesaikan.

2. Bukankah memaafkan orang berdosa berarti mendorong terjadinya dosa?

Jangan pernah mendorong terjadinya dosa. Hentikan orang dari melakukan dosa. Namun jangan memiliki keengganan atau kemarahan terhadap orang yang berdosa itu. Milikilah cinta, welas asih, mettā. Orang ini adalah orang yang menderita, orang yang bodoh secara batin, yang tidak tahu apa yang sedang ia lakukan. Mereka merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain. Jadi Anda akan menggunakan seluruh kekuatan Anda, fisik dan verbal, untuk menghentikan orang ini melakukan dosa, tetapi dengan cinta dan welas asih terhadap mereka. Inilah yang akan diajarkan Vipassana kepada Anda.

3. Jika tindakan negatif dilakukan demi kebaikan orang lain, apakah itu buruk?

Tentu saja itu buruk. Tindakan negatif mulai merugikan Anda. Ketika Anda telah merugikan diri sendiri, Anda tidak akan pernah bisa membantu orang lain. Orang yang lumpuh tidak dapat membantu orang lumpuh lainnya. Pertama-tama Anda harus membuat diri Anda sehat, dan kemudian Anda akan menemukan bahwa Anda telah mulai membantu orang lain.

4. Anda selalu mengecam ritualisme dalam masyarakat, tetapi apa salahnya mengungkapkan rasa hormat dan syukur kita?

Tidak ada yang salah dengan itu. Rasa hormat dan syukur bukanlah ritual. Ritual adalah ketika Anda tidak memahami apa yang sedang Anda lakukan, ketika Anda melakukan sesuatu hanya karena seseorang memintanya. Jika di dalam hati Anda memahami, “Saya sedang memberikan penghormatan kepada orang tua saya”, atau “Saya sedang memberikan penghormatan kepada dewa atau dewi tertentu”—maka, lihatlah: apa kualitas dari dewa atau dewi itu? Apakah saya benar-benar memberikan penghormatan kepada dewa atau dewi itu dengan mengembangkan kualitas yang sama dalam diri saya sendiri? Apakah saya benar-benar memberikan penghormatan kepada orang tua saya dengan mengembangkan kualitas baik mereka? Jika jawabannya ya, maka Anda melakukan tindakan-tindakan ini dengan pemahaman, dan mereka bukanlah ritus atau ritual. Namun jika Anda melakukan sesuatu secara mekanis, maka itu menjadi ritus atau ritual.

5. Bukankah masyarakat dipengaruhi oleh tindakan satu sama lain?

Tentu saja. Kita dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kita dan oleh lingkungan kita, dan kita juga terus memengaruhi mereka. Jika sebagian besar orang, misalnya, mendukung kekerasan, maka perang dan kehancuran akan terjadi, menyebabkan banyak orang menderita. Namun jika orang-orang mulai memurnikan batin mereka, maka kekerasan tidak akan terjadi. Akar masalah terletak pada batin setiap individu manusia, karena masyarakat terdiri dari individu-individu. Jika setiap orang mulai berubah, maka masyarakat akan berubah, dan perang serta kehancuran akan menjadi peristiwa yang langka.

6. Bagaimana kita bisa saling membantu jika setiap orang harus menghadapi hasil dari tindakannya sendiri?

Tindakan mental kita sendiri memiliki pengaruh pada orang lain. Jika kita hanya menghasilkan kenegatifan dalam batin, kenegatifan itu memiliki efek merugikan bagi mereka yang berhubungan dengan kita. Jika kita memenuhi batin dengan kepositifan, dengan niat baik terhadap orang lain, maka itu akan memiliki efek yang membantu bagi orang-orang di sekitar kita. Anda tidak dapat mengendalikan tindakan, kamma orang lain, tetapi Anda dapat menguasai diri Anda sendiri agar dapat memberikan pengaruh positif bagi orang-orang di sekitar Anda.

Penderitaan

1. Mengapa orang menyebabkan penderitaan bagi kita?

Tidak ada seorang pun yang menyebabkan penderitaan bagi Anda. Anda menyebabkan penderitaan bagi diri Anda sendiri dengan menghasilkan ketegangan dalam batin. Jika Anda tahu untuk tidak melakukan itu, akan mudah untuk tetap damai dan bahagia dalam setiap situasi.

2. Apa yang kita lakukan ketika orang lain berbuat salah kepada kita?

Anda tidak boleh membiarkan orang berbuat salah kepada Anda. Setiap kali seseorang melakukan sesuatu yang salah, ia merugikan orang lain dan pada saat yang sama merugikan dirinya sendiri. Jika Anda membiarkannya berbuat salah, Anda mendorongnya untuk berbuat salah. Anda harus menggunakan seluruh kekuatan Anda untuk menghentikannya, tetapi hanya dengan niat baik, welas asih, dan simpati terhadap orang itu. Jika Anda bertindak dengan kebencian atau kemarahan, maka Anda hanya memperburuk keadaan. Namun Anda tidak dapat memiliki niat baik terhadap orang seperti itu kecuali batin Anda tenang dan damai. Jadi berlatihlah untuk mengembangkan kedamaian dalam diri Anda sendiri, dan kemudian Anda dapat menyelesaikan masalah itu.

3. Bukankah penderitaan adalah bagian alami dari kehidupan? Mengapa kita harus mencoba melarikan diri darinya?

Kita telah begitu terlibat dalam penderitaan sehingga bebas darinya terasa tidak alami. Namun ketika Anda mengalami kebahagiaan sejati dari kemurnian batin, Anda akan tahu bahwa inilah keadaan alami dari batin.

4. Bukankah pengalaman penderitaan dapat memuliakan orang dan membantu mereka berkembang dalam karakter?

Ya. Bahkan, teknik ini dengan sengaja menggunakan penderitaan sebagai alat untuk menjadikan seseorang mulia. Namun ini hanya akan berhasil jika Anda belajar mengamati penderitaan secara objektif. Jika Anda melekat pada penderitaan Anda, pengalaman itu tidak akan memuliakan Anda; Anda akan selalu tetap menderita.

5. Jika seseorang melakukan sesuatu yang salah, apakah ia pasti akan menderita di masa depan?

Tidak, bukan di masa depan, tetapi di sini dan sekarang! Hukum alam menghukum secara langsung, pada saat seseorang mulai menghasilkan kekotoran dalam batin. Seseorang tidak dapat menghasilkan kekotoran dan merasa damai. Penderitaan itu terjadi seketika. Hanya ketika Anda menyadari bahwa penderitaan ada di sini dan sekarang, Anda akan mengubah pola kebiasaan menghasilkan kekotoran yang menyebabkan tindakan verbal atau fisik yang salah. Jika Anda berpikir, ‘Oh, saya hanya akan dihukum di kehidupan mendatang, dan saya tidak perlu khawatir sekarang’, itu tidak akan membantu.

Getaran

1. Apa itu getaran? Bagaimana mereka memengaruhi kita?

Segala sesuatu di Alam Semesta bergetar. Ini bukan teori, ini fakta. Seluruh Alam Semesta tidak lain adalah getaran. Getaran yang baik membuat kita bahagia, getaran yang tidak baik menyebabkan penderitaan. Vipassana akan membantu Anda keluar dari efek getaran buruk—getaran yang disebabkan oleh batin yang penuh kerinduan dan keengganan. Ketika batin seimbang sempurna, getaran menjadi baik. Dan getaran baik atau buruk yang Anda hasilkan mulai memengaruhi lingkungan di sekitar Anda. Vipassana membantu Anda menghasilkan getaran kemurnian, welas asih, dan niat baik—bermanfaat bagi diri Anda sendiri dan semua orang lain.

Kursus Vipassana

1. Apa saran Anda untuk orang-orang yang tidak dapat mengikuti kursus sepuluh hari?

Buatlah tekad untuk mengikuti kursus sepuluh hari. Tanpa itu, tidak ada yang bisa dilakukan. Tidak ada sihir, tidak ada keajaiban. Mengapa saya harus meminta orang untuk meluangkan sepuluh hari dari hidup mereka, jika saya bisa saja duduk di sini dan mengajari mereka dalam satu jam? Itu akan mudah, tetapi tidak akan berhasil. Seseorang harus meluangkan sepuluh hari dari hidupnya untuk mempelajari teknik ini. Ini adalah teknik yang begitu dalam dan halus. Sepuluh hari adalah waktu minimum yang diperlukan untuk mempelajarinya dengan benar.

2. Bisakah seseorang mempelajari Vipassana dari sebuah buku?

Tidak. Itu bisa sangat berbahaya. Vipassana adalah operasi batin yang sangat halus dan mendalam. Seseorang harus mengikuti kursus 10 hari, untuk memulai.

3. Bagaimana seseorang dapat mengikuti kursus Vipassana?

Pendaftaran untuk kursus Vipassana dapat dikirimkan ke pusat Vipassana mana pun di India atau di luar negeri. Ada aturan tertentu, sebuah Kode Etik yang harus disetujui seseorang sebelum mendaftar kursus. Mengikuti kursus Vipassana bersifat sukarela, tidak ada paksaan di sini. Namun selama kursus Vipassana, aturan-aturan kursus harus diikuti dengan ketat. Aturan-aturan ini bertujuan agar siswa mendapatkan manfaat maksimal dari kursus Vipassana.

4. Berapa biaya untuk kursus Vipassana?

Biaya?! Dhamma tidak ternilai harganya! Tidak ada biaya dan tidak akan pernah ada biaya yang dikenakan untuk mengajarkan Vipassana. Kursus Vipassana sepenuhnya gratis. Sebelumnya, untuk waktu yang singkat, ada biaya kecil yang dikenakan untuk biaya penginapan dan makan. Untungnya, itu telah dihapuskan. Jadi seseorang tidak perlu membayar apa pun untuk mengikuti kursus Vipassana.

5. Mengapa tidak ada biaya yang dikenakan untuk mengikuti kursus Vipassana?

Salah satu alasannya, seperti yang saya katakan, adalah karena Dhamma tidak ternilai harganya. Ia tidak dapat dinilai dengan uang. Alasan lainnya adalah bahwa siswa yang mengikuti kursus Vipassana mempraktikkan pelepasan dari tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, selama kursus berlangsung. Ia hidup seperti seorang bhikkhu atau bhikkhuni, bergantung pada belas kasihan orang lain. Ini bertujuan untuk mengurangi ego, salah satu penyebab besar penderitaan seseorang. Jika seseorang bahkan membayar sedikit biaya simbolis, maka ego akan terbentuk, dan seseorang mungkin berkata, “Oh, saya ingin ini. Fasilitas ini tidak sesuai keinginan saya”, “Saya bisa melakukan apa pun yang saya mau di sini”, dan sebagainya. Ego ini menjadi penghalang besar dalam berkembang di jalan Dhamma. Inilah alasan lain mengapa tidak ada biaya yang dikenakan. Ini telah menjadi tradisi Dhamma selama ribuan tahun. Buddha tidak mengenakan biaya apa pun untuk membagikan permata Vipassana yang tak ternilai ini!

6. Bagaimana biaya kursus Vipassana ditanggung, mengingat tidak ada biaya yang dikenakan dari siswa?

Biaya-biaya ditanggung dari sumbangan sukarela (dāna) dari siswa yang telah menyelesaikan setidaknya satu kursus Vipassana. Sumbangan, dalam bentuk uang atau jasa, diberikan dengan niat Dhamma bahwa, “sebagaimana saya mendapatkan manfaat dari teknik luar biasa ini berkat dāna murah hati dari orang lain, semoga orang lain juga mendapat manfaat”. Yang paling penting adalah niat dengan apa dāna itu diberikan. Bahkan segenggam tanah subur yang diberikan dengan niat Dhamma yang murni jauh lebih bermanfaat daripada segudang emas yang diberikan dengan ego, atau tanpa niat Dhamma. Dāna yang diberikan dengan batin yang murni memberikan manfaat bagi si pemberi.

Namun, ini tidak berarti bahwa seseorang akan berkeliling di akhir kursus, menanyakan setiap siswa apakah mereka ingin memberikan sumbangan. Sebuah meja diletakkan di sudut yang tenang, dan siapa pun yang ingin memberikan dāna pergi ke sana dan memberikannya, itu saja.

7. Mengapa Anda mengatakan jam-jam pagi yang sangat awal baik untuk meditasi?

Tidur lebih awal dan bangun lebih awal adalah kebiasaan yang sangat baik. Ini menjaga kesehatan Anda. Jam-jam pagi yang sangat awal juga sangat baik untuk meditasi, untuk praktik harian Anda, karena itu adalah waktu ketika semua orang lain sedang tidur; jadi sebagian besar kerinduan ini—ketika orang-orang bangun, semua orang merindukan sesuatu, seluruh suasana dipenuhi kerinduan, Anda tidak bisa bermeditasi dengan lebih baik. Semua orang sedang tidur, Anda bermeditasi—waktu terbaik.

Pagoda Vipassana

1. Ada kekhawatiran bahwa pagoda yang sedang dibangun di Mumbai bisa membawa Vipassana ke arah sekte lain.

Yah, jika guru ini masih memiliki setidaknya beberapa tahun lagi dalam hidupnya, Anda akan melihat bahwa ia begitu tegas sehingga ia tidak akan membiarkan apa pun yang kita lakukan berubah menjadi sektarianisme. Jika pagoda ini menjadi alat untuk menjadikan ajaran Buddha sebuah sekte, sebuah agama yang terorganisir, maka semua ajaran kita telah sia-sia. Jika pagoda ini digunakan oleh orang-orang yang datang dan berdoa: “Oh pagoda, tolong berikan saya ini, tolong berikan saya itu, saya butuh ini, saya butuh itu”, maka keseluruhannya akan pasti menjadi agama yang terorganisir.

Namun, kami akan menggunakan pagoda ini dengan cara Dhamma yang benar. Artinya, pagoda ini hanya untuk memberi tahu semakin banyak orang tentang Vipassana. Mereka pertama-tama akan datang ke pagoda karena rasa penasaran—”bangunan semegah ini, apa isinya?” Dan ketika mereka datang ke sana, mereka mendapatkan informasi: “well, lihat, ia adalah Buddha, dan seperti apa Buddha itu, dan apa yang ia ajarkan, dan apa yang terjadi dalam hidupnya, dan Vipassana yang menjadikannya seorang Buddha, dan Vipassana yang menjadikannya guru Dhamma yang baik bagi seluruh dunia, dan orang-orang mendapatkan begitu banyak manfaat”. Kami akan memberikan informasi ini, dan dari, katakanlah sepuluh ribu orang yang datang, bahkan jika setidaknya seratus orang mendapat manfaat dan sisanya setidaknya mendapatkan pesan yang benar. Jadi kami akan memastikan pagoda ini tidak dibiarkan membangun sekte lain. Jika tidak, tujuan kami akan sia-sia.

Meditasi Vipassana

1. Mohon berikan definisi singkat dan jelas tentang Vipassana.

Paññatti ṭhapetvā visesena passatī’ti vipassanā. Vipassana berarti melihat sesuatu dengan benar dengan melampaui kebenaran yang tampak dan bergerak menuju kebenaran mutlak, paramattha. Tubuh ini, tulang dan organnya, gerakannya, sensasi seperti gatal—semua itu adalah paññatti, kenyataan yang tampak.

Namun ketika tubuh terasa gatal dan Anda memahami “Ini sedang muncul, ini sedang lenyap,” Anda sedang menembus kenyataan yang tampak dan bergerak menuju kenyataan mutlak. Inilah yang diajarkan Buddha kepada kita untuk dilakukan. Vedanā membantu karena setiap kali Anda merasakan sensasi fisik, Anda mengalami kebenaran tentang munculnya dan lenyapnya. Anda memahami bahwa seluruh tubuh terdiri dari partikel-partikel sub-atomik yang terus-menerus berubah. Anda mengamati kenyataan diri Anda dengan cara yang benar, dengan cara yang tepat. Dan inilah Vipassana.

2. Dalam ceramah mana Buddha mengajarkan Vipassana?

Setiap ajaran Buddha adalah Vipassana. Namun di banyak tempat, ia telah menjelaskannya secara lebih rinci. Misalnya, dalam Satipaṭṭhāna Sutta, ia berkata, Kāye kāyānupassī viharati—Sang meditator berdiam mengamati tubuh dalam tubuh, dari saat ke saat. Sang meditator berdiam mengamati sensasi dalam sensasi, atau batin dalam batin, atau isi mental dalam isi mental dari saat ke saat, berlatih secara terus-menerus. Sutta ini memberikan banyak perincian. Namun di mana pun, ajaran Buddha penuh dengan Vipassana karena Vipassana adalah kontribusi Buddha kepada dunia.

3. Bagaimana para profesional, yang memiliki lebih sedikit waktu, dapat mempraktikkan meditasi?

Meditasi bahkan lebih penting bagi para profesional! Mereka yang berkeluarga, yang memiliki tanggung jawab dalam hidup, membutuhkan Vipassana jauh lebih banyak, karena mereka harus menghadapi situasi dalam hidup di mana ada begitu banyak gejolak. Mereka menjadi gelisah karena gejolak ini. Jika mereka mempelajari Vipassana, mereka dapat menghadapi hidup dengan jauh lebih baik. Mereka dapat mengambil keputusan yang baik, keputusan yang benar, yang akan sangat membantu bagi mereka.

4. Bisakah kita menggabungkan dua atau lebih teknik meditasi?

Anda dapat menggabungkan sebanyak apa pun teknik yang Anda suka, tetapi jangan menggabungkannya dengan Vipassana. Vipassana adalah teknik yang unik, dan menggabungkannya dengan hal lain tidak akan membantu Anda. Bahkan bisa merugikan Anda. Jagalah kemurnian Vipassana. Teknik-teknik lain hanya memberikan lapisan permukaan pada batin. Namun Vipassana melakukan operasi bedah yang mendalam; ia mengeluarkan kompleks-kompleks dari kedalaman batin. Jika Anda menggabungkannya dengan teknik lain, Anda sedang bermain permainan yang bisa sangat merugikan Anda.

5. Bukankah egois untuk melupakan dunia, dan hanya duduk bermeditasi sepanjang hari?

Meditasi sebagai cara untuk memperoleh batin yang sehat sama sekali bukan tindakan egois. Ketika tubuh Anda sakit, Anda masuk rumah sakit untuk memulihkan kesehatan. Seseorang tidak berkata, ‘Oh, saya sedang egois’. Seseorang tahu bahwa tidak mungkin menjalani kehidupan yang layak dengan tubuh yang sakit dan terluka. Atau seseorang pergi ke pusat kebugaran untuk membuat tubuhnya lebih kuat. Begitu pula, seseorang tidak pergi ke pusat meditasi seumur hidupnya, tetapi hanya untuk membuat batinnya lebih sehat. Dan batin yang sehat sangat diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan cara yang baik bagi diri sendiri dan orang lain.

6. Saya bisa memahami meditasi akan membantu orang yang tidak seimbang dan tidak bahagia, tetapi bagaimana ia bisa membantu seseorang yang sudah merasa puas dengan hidupnya, yang sudah bahagia?

Seseorang yang tetap merasa puas dengan kesenangan-kesenangan dangkal dalam hidup tidak menyadari kegelisahan yang mendalam di dalam batinnya. Ia berada dalam ilusi bahwa ia adalah orang yang bahagia, tetapi kesenangannya tidak bertahan lama dan ketegangan yang dihasilkan di tingkat batin yang dalam terus meningkat, untuk muncul cepat atau lambat ke permukaan batin. Ketika itu terjadi, orang yang disebut ‘bahagia’ ini menjadi menderita. Jadi mengapa tidak mulai bekerja di sini dan sekarang untuk menghadapi situasi itu?

7. Apakah Vipassana menyembuhkan tubuh fisik?

Ya, sebagai hasil sampingan. Banyak penyakit psikosomatis secara alami hilang ketika ketegangan mental dilarutkan. Jika batin gelisah, penyakit fisik pasti akan berkembang. Ketika batin menjadi tenang dan murni, secara otomatis penyakit-penyakit itu akan hilang. Namun jika Anda menjadikan penyembuhan penyakit fisik sebagai tujuan Anda dalam mempraktikkan Vipassana, alih-alih pemurnian batin, Anda tidak akan mencapai keduanya. Saya telah menemukan bahwa orang-orang yang mengikuti kursus dengan tujuan menyembuhkan penyakit fisik memusatkan perhatian mereka hanya pada penyakit mereka sepanjang kursus: ‘hari ini, apakah lebih baik? Tidak, belum lebih baik…Hari ini apakah membaik? Tidak, belum membaik!’ Sepuluh hari mereka sia-siakan dengan cara ini. Namun jika niatnya adalah memurnikan batin, maka banyak penyakit secara otomatis hilang sebagai hasil dari meditasi.

8. Bagaimana Anda membandingkan psikoanalisis dan Vipassana?

Dalam psikoanalisis, Anda mencoba mengingat kembali peristiwa masa lalu yang sadar yang memiliki pengaruh kuat dalam mengkondisikan batin. Vipassana, di sisi lain, akan membawa meditator ke tingkat batin yang paling dalam di mana pengkondisian sebenarnya dimulai. Setiap peristiwa yang mungkin dicoba diingat kembali dalam psikoanalisis juga telah mencatat sensasi pada tingkat fisik. Dengan mengamati sensasi fisik di seluruh tubuh dengan keseimbangan batin, meditator memungkinkan lapisan-lapisan pengkondisian yang tak terhitung jumlahnya untuk muncul dan lenyap. Ia menangani pengkondisian pada akarnya dan dapat membebaskan dirinya darinya dengan cepat dan mudah.

9. Berapa kali seseorang harus mengikuti kursus Vipassana?

Tergantung, tetapi saya akan mengatakan ikutilah selama sepuluh hari, dan lihatlah sendiri bagaimana itu telah membantu Anda. Jika Anda mendapati bahwa Anda dapat menerapkannya dalam hidup, sangat baik. Kemudian, ikutilah sepuluh hari lagi. Namun yang terpenting bukan sekadar mengikuti kursus selama sepuluh hari, tetapi menerapkan teknik ini dalam kehidupan. Jika Vipassana termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari Anda, maka Anda berpraktik dengan benar. Jika tidak, sekadar mengikuti kursus tidak akan membantu.

10. Bukankah teknik ini berpusat pada diri sendiri? Bagaimana kita bisa menjadi aktif dan membantu orang lain?

Pertama-tama Anda harus berpusat pada diri sendiri, Anda harus membantu diri Anda sendiri. Kecuali Anda membantu diri Anda sendiri, Anda tidak dapat membantu orang lain. Orang yang lemah tidak dapat membantu orang lemah lainnya. Anda harus menjadi kuat terlebih dahulu, dan kemudian menggunakan kekuatan ini untuk membantu orang lain dan membuat orang lain juga menjadi kuat. Vipassana membantu seseorang mengembangkan kekuatan ini untuk membantu orang lain.

11. Jika kita terus mengamati diri kita sendiri, bagaimana kita bisa menjalani kehidupan dengan cara yang alami?

Kita akan begitu sibuk mengamati diri kita sendiri sehingga kita tidak dapat bertindak secara bebas atau spontan. Itu bukanlah yang ditemukan orang-orang setelah menyelesaikan kursus Vipassana. Di sini Anda mempelajari pelatihan mental yang akan memberi Anda kemampuan untuk mengamati diri Anda sendiri dalam kehidupan sehari-hari kapan pun Anda perlu melakukannya. Bukan berarti Anda akan terus berlatih dengan mata tertutup sepanjang hari sepanjang hidup Anda, tetapi sama seperti kekuatan yang Anda peroleh dari latihan fisik membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari, latihan mental ini juga akan memperkuat Anda. Apa yang Anda sebut tindakan “bebas, spontan” sebenarnya adalah reaksi buta, yang selalu merugikan. Dengan belajar mengamati diri sendiri, Anda akan mendapati bahwa setiap kali situasi sulit muncul dalam hidup, Anda dapat menjaga keseimbangan batin Anda. Dengan keseimbangan itu Anda dapat memilih secara bebas bagaimana bertindak. Anda akan mengambil tindakan nyata, yang selalu positif, selalu bermanfaat bagi Anda dan bagi semua orang lain.

dari: www.vridhamma.org